Tahapan yang Harus Dilakukan untuk Menikah dengan Anggota POLRI

Pernikahan menjadi salah satu momen sangat istimewa bagi semua orang,  karena hal ini diharapkan berlangsung hanya sekali seumur hidup. Oleh karena itu, pasangan yang ingin menikah tentunya harus membuat rancangan yang matang agar pernikahan yang akan dilangsungkan dapat berjalan dengan lancar.

Ada banyak hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum hari H pernikahan, mulai dari rancangan pernikahan, mental kedua mempelai (siap tidaknya kedua mempelai untuk memulai hidup baru), dan yang paling penting: dokumen pernikahan.

Jika kamu adalah perempuan yang  mempunyai rencana untuk menikah dengan seorang anggota POLRI, itu artinya kamu dan pasanganmu akan menjalani proses nikah kantor, karena itu adalah syarat pernikahan yang sah bagi aparatur negara tersebut. Nikah kantor meliputi pengurusan administrasi, pengenalan calon suami/istri POLRI terhadap satuannya, hingga sidang pernikahan. Jadi, secara umum, sidang nikah kantor belum membuat pasangan yang akan menikah menjadi suami-istri yang sah. Lebih lengkap lagi, tahapan-tahapan yang harus dilakukan, yaitu:

Pertama, melengkapi dokumen-dokumen untuk pernikahan kantor sesuai Peraturan Kapolri No 9 Tahun 2010

Menikah dengan seorang anggota POLRI memang lebih rumit dari segi kebutuhan dokumen-dokumen yang diperlukan. Kapolri sendiri memiliki aturan-aturan mutlak mengenai dokumen apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum menjalani sidang nikah kantor. Dokumen-dokumen tersebut meliputi surat keterangan belum menikah yang ditandatangani Lurah, Camat, dan kepala KUA, surat keterangan asal-usul (Model N2) yang ditandatangani lurah dan camat , surat keterangan tentang orangtua (Model N4) yang ditandatangani oleh, dan sebagainya, bahkan akta cerai atau surat kematian istri bagi yang sudah menikah sebelumnya. Penjelasan lebih lengkap dapat di lihat di sini.

 

Kedua, menjalani tes kesehatan

Tes kesehatan yang dilakukan terhadap perempuan adalah tes kehamilan. Tes ini dilakukan dilakukan menggunakan test pack.

Ketiga, menghadap ke senior pasangan

Dalam tahap ini, kedua pasangan harus menghadap ke senior pasangan. Tahap ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu:

  1. INTEL : Pasangan yang akan menikah diminta mengisi sebuah formulir mengenai data diri yang lengkap dan rinci. Pengisian formulir tersebut dilakukan untuk tujuan Security Clearance.
  2. BINTAL : Proses ini dilakukan setelah hasil tes kesehatan diperoleh. Pasangan yang akan menjalani sidang nikah kantor harus menghadap dan mendapat tanda tangan dari beberapa pejabat yang bersangkutan. Mereka akan diberi pembekalan tentang kehidupan berumah tangga, terutama dari segi agama, sehingga keduanya akan selalu siap karena sang anggota POLRI harus siap setiap saat untuk melaksanakan tugas negara.

Keempat, melaksanakan sidang nikah kantor

Sidang nikah kantor hanya dapat dilakukan jika pasangan yang ingin menikah telah mendapatkan SIN. Saat sidang pernikahan mempelai laki-laki harus menggunakan seragam POLRI, sementara perempuan dapat menggunakan baju bebas, namun rapi dan harus menggunakan rok. Tapi ada beberapa kasus juga di mana mempelai perempuan tetap memakai pakaian adat, misalnya kebaya beserta riasannya secara lengkap, namun mempelai laki-laki harus tetap memakai seragam POLRI.

Setelah menjalani sidang nikah kantor, pasangan yang akan menikah harus mengurus surat pindah nikah agar dapat menjalani resepsi pernikahan yang sah. Misalnya, bagi pasangan Muslim, mereka harus mengurus surat pindah ke KUA.

Posts created 94

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas